12.40 p.m
Assalamualaikum,
Halo semuanya! Selamat datang di blog-nya Dilla!. Sudah
terhitung berbulan-bulan saya tidak menulis di Blog ini karena… bisa dibilang
saya malas dan juga sedikit sibuk dengan hal-hal dikehidupan nyata, hehe.
Namun, pada suatu hari ada seseorang yang tampaknya berhasil mendorong saya
untuk kembali menulis di blog ini. Entah apa yang akan saya bicarakan, namun
akhir-akhir ini saya sering memikirkan tentang masa depan.
Entah mengapa rasanya sangat anxious kalau membicarakan tentang masa depan. Namun, kalau kalian
bisa melihat judul diatas sana maka yang saya ingin bicarakan adalah cita-cita.
Mungkin saya baru berumur 16 Tahun, namun bayang-bayang masa depan adalah
sebuah hal yang kerap kali saya pikirkan. Sekarang saya kelas 2 SMA, dan
tentunya saya memiliki cita-cita. Namun, saya akui deh keinginan saya itu
selalu berubah-ubah. Sedari kecil hingga saya SMP saya selalu ingin menjadi
astronot, sampai ketika saya menginjak kelas satu sma saya tetap ingin menjadi
astronot. Mengejutkan? Memalukan? Atau apakah ada hal lain yang ingin kalian
utarakan terhadap kekonyolan cita-cita saya? Silahkan, kotak kritik dan saran
terbuka lebar. Namun, kali ini saya sering memikirkan, banyak sekali jalan untuk
menjadi astronot. Kau bisa menjadi ilmuan dulu, bisa jadi teknisi dulu atau
jadi pilot dulu. Seringnya saya memikirkan bahwa nanti saya akan masuk fakultas
mipa agar saya bisa bekerja di lembaga antariksa Indonesia dan akan membawa
saya menjadi astronot indonesia, namun saya juga seringg sekalii memikirkan
mengapa saya tidak menjadi pilot terlebih dahulu seperti Chris Hadfield seorang
astronot dari Kanada yang selama ini menjadi Role model kedua saya setelah
kedua orang tua saya. Ia merupakan pilot pesawat tempur angkatan udara Kanada
sebelum ia menjadi astronot, hal inilah yang membuat saya kerap berpikir
mengapa saya tidak menjadi pilot pesawat tempur terlebih dahulu dan bergabung
dengan angkatan udara Indonesia, mendaftar menjadi Taruni di Akademi Angkatan
Udara. Dipikir-pikir keren juga kan, perempuan jadi pilot sebuah pesawat
tempur. Dan kebetulan saya sudah duluan tertarik dengan semua hal-hal fisika
menyangkut pesawat tempur, Ah, rasanya makin terpanggil untuk masuk angakatan
udara. Namun, akhir-akhir ini saya kerap berpikir realis, angan-angan untuk
menjadi perwira angkatan udara perlahan tersapu ketika saya ingin kembali masuk
Teknik dirgantara atau teknik fisika agar bisa bekerja di LAPAN nantinya.
Dan saya juga sempat berpikir untuk mengambil hal
seperti Hukum dan Psikologi yang juga merupakan minat saya. Hm, banyakkk sekali
angan sayaa. Saya ingin menjadi Pengacara, Pilot, Astronot dan Ilmuan disaat
yang bersamaan.
Namun, saya sekarang memiliki dua pandangan.
Angan-angan atau cita-cita?
Angan-angan lebih terlihat seperti mimpi, dan
cita-cita juga seperti mimpi. Namun, ada dua perbedaan ada yang bisa kita hanya
mimpikan, da nada juga yang harus, sangat harus kita accomplish, harus kita raih.
Cita-cita adalah pilihan yang saya pilih untuk saya
raih, karena angan-angan belum terlalu merayu saya untuk meraihnya, bisa
dibilang hanya sekedar buaian mimpi semata.
Menurut kalian?
Apa yang akan kalian pilih?
Angan atau cita ?
sincerely,
Dilla
Jawa Barat, Indonesia

