Kalau kalian mendengar kata "17" apa sih yang ada di pikiran kalian? Oke, 17 tahun umur di mana akhirnya kita legal melakukan certain activity yang pada awalnya nggak boleh dilakukan sama orang-orang yang berumur dibawah 17 tahun contohnya, Punya surat izin mengemudi, Bisa datang ke tempat-tempat tertentu, Nonton film di bioskop tanpa dampingan orang dewasa dan Punya kartu tanda penduduk namun, selain hal-hal itu ulang tahun ke 17 juga sering banget ditandain sama pesta nya yang heboh karena dianggap penting dan menjadi sebuah batu loncatan sebuah anak remaja yang akhirnya dianggap dewasa. well, literally sebagian orang bakalan mengadakan acara yang mewah di ballroom hotel atau sekedar makan-makan bersama keluarga, kerabat dan teman dekat di rumah pokoknya ulang tahun ke-17 ini akan identik dengan berbagai selebrasi tapi, nggak semua orang yang merayakan ualng tahun ke 17 nya kok karena menurut saya setiap orang punya caranya masing-masing dalam menunjukan rasa syukurnya atas apa yang udah dicapai dan itu nggak harus dengan selebrasi yang mewah lengkap dengan makanan enak dan orang yang banyak. Selebrasi ini bukan topik yang bakalan aku omongin disini karena sekarang titik fokus kita lebih memusatkan pada hadiah apa yang didapatkan pada ulang tahun ke-17 ini. Ada yang dapet HP baru, Mobil, Motor mungkin rumah well, kita nggak tahu tapi di tulisan blog kali ini aku bakalan ngasih tahu opiniku tentang hadiah terbesar yang udah aku dapatkan di ulang tahun ke-17 ku. Aku lahir tahun 2001, sekarang 2018 jadi 1 bulan yang lalu aku akhirnya nginjakkin umur wangsit ke-17 ini. Oke, ulang tahun ke-17 ini adalah ulang tahun yang bener-bener aku tunggu. Kenapa? Pengen bawa mobil dan motor terus punya SIM? enggak, bukan. Pengen dirayain ya ulang tahunnya? enggak, bukan. Jujur ya, aku senang banget karena di umur ke-17 ini akhirnya aku bisa buat KTP.
"Yasss! Akhirnya 17 tahun! Akhirnya gue dianggap juga sebagai warga negara Indonesia ini"
"Apaan sih loe, alay banget. Kan loe punya paspor kali, nah itu tuh artinya lu udah diakui sebagai warga negara Indonesia. Dasar norak"
Well, sebagian orang bakalan punya opini tersendiri mengenai gue yang seneng karena dengan 17 tahun gue akhirnya dianggap sebagai warga negara Indonesia yang sah menurut hukum dan undang-undang. Nah, aku kan punya paspor artinya aku udah diakui sebagai warga negara Indonesia dong jauh sebelum aku menginjak umur 17 tahun ini, Tapi, Ada tapinya guys.. apakah paspor kalian itu bisa menentukan hak kalian di negara ini? Oke, dengan paspor itu kalian punya hak untuk dilindungi negara dan kalian juga punya kewajiban untuk melindungi negara ini dan kalian punya hak-hak warga negara yang kalian dapatkan jauh sebelum kalian menginjak umur 17 tahun baik itu hak bersosialisasi, berkumpul, beragama dan lain-lain. Tapi aku mau nanya satu sama kalian apakah dengan paspor kalian bisa ikut nyoblos pilkada, pemilu dan pesta demokrasi lainnya? Jawabannya adalah enggak. Enggak, kalian nggak bisa berpartisipasi dalam pemilu ataupun pilkada hanya dengan paspor kalian tapi dengan KTP kalian punya hak untuk berdemokrasi, hak untuk memutuskan masa depan negara ini. Iya, itulah yang aku tunggu-tunggu. Aku nunggu agar cepat-cepat berumur 17 tahun karena akhirnya seorang remaja ini punya hak untuk memilihi seorang pemimpin yang akan mewakilkan dirinya dan rakyat untuk menjadikan tempat tinggalnya lebih baik lagi. Kenapa? Aku ini sering banget kesal dengan apa yang terjadi di Indonesia ini baik isu ekonomi, politik atau sosial budaya dan akhirnya yang terjadi adalah seorang remaja ini ngomel-ngomel, ngeluh-ngeluh dan ngehujat para wakil rakyat disana yang tidak amanah. Nah, dengan menjadi seseorang yang sudah berumur 17 tahun akhirnya kalian punya hak untuk memilih seorang pemimpin jadi kalian tidak hanya ngomel-ngomel nggak jelas toh, kalian sudah memilih apa pilihan kalian dan kalian bisa mempertanggung jawabkan apa yang kalian pilih. Ngerti maksudnya? Oke simpelnya adalah kalau dulu aku cuman bisa ngomel-ngomel karena yang gue emang nggak bisa ngapa-ngapain toh gua waktu itu nggak milih dia toh gue juga belum bisa milih. Nah, sebuah hak untuk berdemokrasi adalah sebuah hadiah yang sangat besar bagi seluruh warga Indonesia nggak peduli dia baru 17 tahun atau sudah lebih dari 60 tahun. Kalian punya hak yang sama di depan hukum. Kalian punya hak yang sama untuk menentukan masa depan tempat kalian tinggal. Kalian punya hak untuk menentukan majunya bangsa ini. Kalian punya hak untuk membangun bagian Indonesia yang tertinggal dan kalian punya hak untuk menjadi warga negara Indonesia yang maju. Buatku bukan mobil, bukan SIM, bukan kue, bukan surprise dari teman-teman dan juga bukan perayaan yang heboh dari ulang tahun ke-17 hadiah terbesar adalah hak untuk memilih. Hak untuk akhirnya aku diakui sebagai warga negara Indonesia bukan hanya sebatas otoritas kalau aku memang benar-benar dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia tapi hak untuk akhirnya diakui secara legal di mata hukum untuk ikut berpartisipasi membangun negeri ini. Sungguh itu adalah kesempatan emas buat kita semua membangun negeri ini. Aku yakin semua orang di Indonesia ini punya mimpi kalau Indonesia menjadi maju bisa bersaing kembali dengan macan asia dan menurutku langkah yang paling pertama adalah memilih. Tentu, aku ingin mengharumkan nama negeri ini dengan membawa nama Indonesia dalam bidang lainnya namun, aku yakin langkah pertamanya adalah dalam berdemokrasi karena itu adalah hal termudah sebagai seorang warga negara dalam berpartisipasi untuk mebangun negeri ini menjadi lebih maju kedepannya. Sebagai seorang remaja yang baru saja menginjak kelas 12 SMA baru saja berumur 17 tahun aku ingin sekali mengingatkan teman-teman betapa pentingnya kalian berpartisipasi dalam membangun negeri ini. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian kawan-kawan.
Menjadi seseorang yang berumur 17 tahun jangan kamu sia-sia in dengan pergi-pergi ke tempat aneh, Well, tawuran dan segala hal buruk lainnya. Please, kalian itu sudah 17 tahun. Kalian itu sudah diakui dewasa oleh orang tua kalian, guru kalian, keluarga kalian bahkan negara kalian! Well, sebagai seorang remaja seharusnya kita harus bisa hidup more responsible dalam hidup kita, lebih memikirkan apa yang akan terjadi di depan sebelum mengerjakan apa yang akan dilakukan sekarang. Negara ini bisa maju bukan hanya didukung dari aspek ekonomi, sosial budaya, politik, teknologi dan pendidikan yang baik namun, buat bikin negara maju ini dimulai dari kamu! Iya, kamu! kamu bukan presiden, kamu bukan menteri, kamu bukan jenderal, kamu buka anggota dewan tapi kamu lah sebagai rakyat yang punya peran terpenting dalam berpartisipsi untuk membuat Indonesia yang lebih baik.
Sudahlah guys, aku bingung. Lama-lama kalian juga bosen ntar baca yang kayak ginian bikin males kan? tapi kalau udah baca sampai sini artinya udah selesai kan bacanya? Yeayy! akhirnya selesai ye gak? senang? semoga kalian senang ya... oke deh terimakasih banyak buat kalian yang udah luangin waktu untuk baca tulisan aneh bin ajaib ini hehehe.
Oke, Bye!
Sincerely,
Dilla
Jawa Barat, Indonesia







